Langsung ke konten utama

Kenyataan kita



Kepadanya yang dulu pernah kutinggalkan.
Kamu lelaki yang kusayang malah kucinta dengan teramat. Kamu yang tak pernah aku lupakan malah selalu kurindukan. Kamu yang selalu kubanggakan tapi malah kutinggalkan.
Pasti banyak yang bertanya atau malah banyak yang ingin memakiku kala itu. Dia wanita jahat, dia menipu lelakinya, dia pasti berselingkuh dengan lelaki lain. Ah banyak lagi yang mereka katakan tapi sungguh aku tidak peduli.
Sampai saat kemarin aku tidak sengaja bertemu denganmu, itu mungkin pertama kalinya kita saling bertemu setelah setahun yang lalu. Kamu tersenyum, aku tersenyum tapi dia merasa canggung karena hal itu. Dia wanita yang kurasa beruntung bisa mendekap erat lenganmu seperti itu, dia cantik dan kurasa dia pun selaras denganmu. Sejenak aku teringat, mungkinkah saat itu aku selaras denganmu? Mungkinkah saat itu ada wanita yang berpikir seperti ku sekarang bahwa aku beruntung bisa denganmu? Aku tersenyum.
Seorang teman berbisik “dia membawa pacarnya”, aku mengangguk. “seharusnya kamu membawa pacarmu tadi”, aku diam. “masih merasa bersalah karena meninggalkannya dulu?”, aku melihat kearahmu sebentar lalu menjawab “dia yang meninggalkan aku”.
Saat yang lain baik didepanku kamu adalah orang yang terlihat manis buatku, saat yang lain terlihat sibuk mencari perhatianku kamu adalah orang yang selalu kuperhatikan, saat yang lain meminta jawaban dariku kamu adalah orang yang kuharapkan bertanya demikian padaku. Sampai saat yang lain berpikir kita bahagia, aku adalah orang yang berpikir tidak bahagia. Sampai saat yang lain berharap kita selamanya aku adalah orang yang ingin berhenti secepatnya. Sampai saat yang lain berpikir aku berbuat jahat padamu kita adalah orang yang tahu bahwa cintamu tak pernah ada untukku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terlanjur

Menyukai seseorang memang tidak melihat situasi dan kondisi. Malah kejadian 'jatuh hati' sering terjadi saat tidak seharusnya terjadi. Misalnya menyukai seseorang yang hanya dikenal lewat media sosial. Kau menyukainya tanpa tau bibit, bebet, bobotnya. Begitulah kata orangtua. Saat hati sudah memilih tidak ada yang bisa mencegahnya. Aku rasa itu benar. Sekalipun aku sipemilik hati, dia tetap tidak mendengarkan ku untuk tidak terus menyukainya. Aku panik, bagaimana tidak panik kalau aku sedang berada di tepi jurang. Aku tau itu berbahaya tapi tetap saja berdiri disana. Aku tau akibat dari ulah hatiku ini, nanti aku akan merana. Tapi tetap saja aku melihatnya, membuka akunnya setiap hari hanya untuk sekedar tau kabarnya. Dulu menurutku tak apa bila hanya menyukai, itu tidak akan lama kataku. Aku hanya akan begini, tidak akan berharap banyak padanya. Tapi aku rasa waktu memang bekerja untuk merubah segalanya, termasuk perasaan manusia. Aku sekarang tidak hanya berdiri di ...

KITA

Teman. kita memang belum lama menjalin hubungan pertemanan ini. Mungkin ini hanya segelintir dari waktu yang kita jalani. Kita cukup banyak tertawa bersama walau sedikit menangis bersama. Kawan. kita memang sering berbeda. Kadang bertengkar, kadang saling diam. Banyak keluhan dan kejengkelan yang kita umbar dalam hubungan kita. Banyak ketidaksetujuan satu dengan yang lain. Sahabat. kita memang saling berteriak tapi disitu kita saling berpeluk. Kita memeluk dengan cara yang beda. Kita memaki, emosi, berdiam itu cara kita memeluk. Kau, aku, dia tau bahwa sebenarnya kita saling menyayangi. Saudara. kita memang kelak akan berpisah. Kita tidak akan terus bersama karena kehidupan terus berjalan. Kalian dengan masadepan dan aku pun begitu. Tapi kelak kita akan berpelukan kembali. Akan bercanda kembali. Berbagi kembali seperti hari ini. karena dimasadepanku selalu ada kalian. Masadepan yang lengkap bila kita terus bersahabat. Buat Kelompok belajar :’) ...

Berpaling

Aku bertemu seorang teman pagi ini. Dia seorang pria yang bisa dijadikan kekasih menurutku, tapi tidak untukku. Jangan salah paham dulu, dia hanya kuanggap teman saja dan aku sudah memiliki kekasih yang lebih darinya, tentu saja itu menurutku juga. Hari ini kami bercerita banyak hal, dari soal kuliah, pekerjaan dan asmara pun masuk didalam obrolan itu. Aku tau dia seseorang yang tidak begitu suka ditanyai biarkan dia bercerita seikhlasnya, itu akan lebih baik untuk memperpanjang obrolan dengannya. Aku sudah 4 tahun ini mengenalnya dan dia tetap sendiri sampai sekarang. Ada sedikit rasa penasaran sebenarnya, kenapa sepertinya dia sulit sekali mendapatkan seorang kekasih. Aku rasa wanita diluar sana akan sangat senang berpasangan dengannya. Tapi aku menahan mulutku untuk tidak bertanya. "Sebenarnya aku benci ada diposisiku sekarang" katanya. "Heh?" Jawabku tanpa sadar. Sambil menarik nafas "kau pasti bingung dengan omonganku itu. Sebenarnya aku me...