Langsung ke konten utama

lega atau sesal

Terkadang aku berpikir, kenapa selalu ada pertengkaran dalam sebuah hubungan.
Apa mungkin emosi memudahkan seseorang untuk mengungkapkan kegelisahannya, atau malah membuat sesal seseorang terasa lebih pekat.

"Jadi maunya kamu sekarang apa?"
Itu pertanyaan yang sering terucap.
Seakan itu adalah alasan untuk mengakhiri hubungan, tapi sebenarnya itu hanya alasan untuk mengakhiri perdebatan.

Kau hanya harus memilih diantar kedua jawaban tadi. Hanya ingin merasa lega atau malah ingin menyesal.
"Aku mau kita berhenti berdebat" atau "aku mau kita berakhir"

Ingatlah, saat kau memilih berbalik arah kau tidak akan menemui jalan yang sama meski kau kembali kearah sebelumnya. Tidak akan ada yang sama setelah sesudahnya.
Tidak ada penawar untuk sesal sekalipun kau menawarkan seluruh waktumu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terlanjur

Menyukai seseorang memang tidak melihat situasi dan kondisi. Malah kejadian 'jatuh hati' sering terjadi saat tidak seharusnya terjadi. Misalnya menyukai seseorang yang hanya dikenal lewat media sosial. Kau menyukainya tanpa tau bibit, bebet, bobotnya. Begitulah kata orangtua. Saat hati sudah memilih tidak ada yang bisa mencegahnya. Aku rasa itu benar. Sekalipun aku sipemilik hati, dia tetap tidak mendengarkan ku untuk tidak terus menyukainya. Aku panik, bagaimana tidak panik kalau aku sedang berada di tepi jurang. Aku tau itu berbahaya tapi tetap saja berdiri disana. Aku tau akibat dari ulah hatiku ini, nanti aku akan merana. Tapi tetap saja aku melihatnya, membuka akunnya setiap hari hanya untuk sekedar tau kabarnya. Dulu menurutku tak apa bila hanya menyukai, itu tidak akan lama kataku. Aku hanya akan begini, tidak akan berharap banyak padanya. Tapi aku rasa waktu memang bekerja untuk merubah segalanya, termasuk perasaan manusia. Aku sekarang tidak hanya berdiri di ...

mencoba

Apa kau pernah mencoba sesuatu? Mencoba mencintai maksudku. Mencoba menerima orang baru karena ingin melupakan orang lama. 'Kita hanya bisa mengobati hati dengan hati' itu yang sering orang katakan. Aku sedang mengalami itu sekarang. mencoba menyayangi dia, dia yang mengatakan "aku mencintaimu, dan aku akan membuatmu merasakan hal yang sama juga." Dia tau jika aku belum melupakan lelaki jahat itu, lelaki yang membuat hatiku remuk tak berbentuk. Beberapa kali ku katakan "jangan seperti ini, kau membuatku menjadi jahat. Aku belum bisa membuka hatiku buatmu sekarang. Kau akan terluka nanti" Bagiku membuka lembaran baru itu sangat sulit, untuk jatuh hati lalu patah hati itu bukan waktu yang gampang untuk kulewati. Banyak yang harus ku renungkan. Aku ingin memperbaiki diri agar tidak patah hati lagi. Kegagalan cinta ku dulu memang bukan hanya salah lelaki itu, aku percaya aku pun punya andil didalam kegagalan hubungan kami. Intropeksi diri, itu yang harusn...

KITA

Teman. kita memang belum lama menjalin hubungan pertemanan ini. Mungkin ini hanya segelintir dari waktu yang kita jalani. Kita cukup banyak tertawa bersama walau sedikit menangis bersama. Kawan. kita memang sering berbeda. Kadang bertengkar, kadang saling diam. Banyak keluhan dan kejengkelan yang kita umbar dalam hubungan kita. Banyak ketidaksetujuan satu dengan yang lain. Sahabat. kita memang saling berteriak tapi disitu kita saling berpeluk. Kita memeluk dengan cara yang beda. Kita memaki, emosi, berdiam itu cara kita memeluk. Kau, aku, dia tau bahwa sebenarnya kita saling menyayangi. Saudara. kita memang kelak akan berpisah. Kita tidak akan terus bersama karena kehidupan terus berjalan. Kalian dengan masadepan dan aku pun begitu. Tapi kelak kita akan berpelukan kembali. Akan bercanda kembali. Berbagi kembali seperti hari ini. karena dimasadepanku selalu ada kalian. Masadepan yang lengkap bila kita terus bersahabat. Buat Kelompok belajar :’) ...